The success story of Fir’aun (Inohong’s Happiness Index)

Ilustrasi

Oleh: Ust. Eri Taufiq Abdulkariim

Ada gak ya, cerita tentang demo besar-besaran penduduk Mesir di zaman itu yang memprotes kepemimpinan Fir’aun. Karena menyengsarakan rakyat misalnya, atau karena terbukti kalau Fir’aun itu pemimpin mata keranjang, yg senang main perempuan? Jangan-2 mereka justru mencintai & mengagumi Fir’aun. Menyukai gaya kepemimpinannya. Dan ini yg menjadi sebab sedikitnya pengikut Musa.
Pernah ditemukan juga gak ya, catatan sejarah, penduduk kota Sadum yang marah pada pemimpinnya, krn membiarkan perilaku homo seksual dan lesbianisme yang menggila menjangkiti masyarakat mereka? Atau jangan-2 mereka malah menikmatinya? Sehingga kompak mati-matian menolak Nabi Luth yg mendakwahi mereka.
Bagaimana juga dgn penduduk Madyan, Kaum Tsamud dan Add yg berbondong-2 menolak dan mengingkari para Nabi dan Rasul yang Allah utus untuk mereka? Apa ada bukti yg cukup, yg menunjukan mereka komplen kepada pemimpin, karena jengah dgn berbagai penyimpangan dan kemaksiatan yg mendominasi hidup mereka? Atau jangan-2 kalau ada survei Indeks Kebahagiaan (Happiness Index) pada waktu itu, angkanya bisa tinggi. Karena mereka sangat disenangkan dgn beragam kemaksiatan dan perilaku tercela yg mereka lakukan.
Bisa saja angka Indeks Kebahagiaannya setara dgn Indeks Kebahagiaan warga Kota Bandung (menurut hasil survei terbaru, angkanya 70,60) yg selalu jadi kebanggaan kang Emil Walikotanya, atau mungkin malah diatasnya.
Tak sedikit pemimpin, terjebak menjadikan indikator keberhasilan kepemimpinan semata dari kesenangan dan kepuasan rakyatnya. Klw sekarang, Indeks Kebahagiaan (Happiness Index) sebutannya. Sangat bisa dimengerti, krn rakyat yg memilih mereka. Tapi jadi salah kaprah klw utk itu para pemimpin jadi tak peduli dengan ketaatan, halal-haram atau penegakan hukum-2 Allah; syariat Islam.
Para pemimpin berlomba menyenangkan rakyatnya dengan membangun tempat-2 hiburan pemuas syahwat, taman-2 kota yg menjadi simbol ekspresi kebebasan, jg beragam event sensasional tanpa jelas batas interaksi laki-2 perempuan. Kota jadi tampak mewah, gemerlap, gegap gempita dgn berbagai pesta. Jadi tambah marak, meriah dgn bau minuman keras, kepulan asap ganja, obat bius dan narkoba. Tak ketinggalan perputaran uang judi, industri musik & film porno serta prostitusi.
Sementara pada saat yg sama, kota tak lagi menyisakan nilai-2 kesederhanaan, keramahan, ketaatan terlebih keimanan.
Mungkin di puncak singgasananya, sang Inohong berharap, selama urusan perut & syahwat rakyatnya terpenuhi sempurna, maka dia makin populis, dipuja & dicinta, krn dinilai telah berhasil menjalankan amanah kepemimpinan.
Sepertinya banyak pemimpin muslim yg lupa, bahwa sejarah membuktikan, kehebatan dan keberhasilan kepemimpinan justru diukur dari komitmen keimanan dan ketaatan. Menjaga lurusnya aqidah masyarakat dan ketaatan kolektif setiap orang yg berada dlm kekuasaannya kepada Allah swt. Soal financial, pemenuhan kebutuhan biologis, kemudahan, kesenangan dan kebahagiaan, toh Allah tetap datangkan juga. Dlm sejarah dunia terbukti pula, Allah turunkan siksa, bagi para pemimpin besar yg ingkar, yg menolak kebenaran dan enggan menjalankan hukum-2 Allah. Sebagaimana tak sedikit bukti, Allah turunkan azab di dunia bagi masyarakat yg kuat, hebat tapi asyik bermaksiat.
Dalam Al Qur’an juga kita baca, bagaimana di akhirat Allah janjikan kehinaan, penyesalan dan laknat dari rakyat bagi para pemimpin yg mengajak dan membiarkan rakyatnya bermaksiat, serta meninggalkan tugasnya menjaga, menguatkan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. (QS. Al Ahzab (33) ayat 66-68), naudzubillahi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s