Tag Archives: tazkiyatun nafs

Tempatkan Hatimu di 3 Tempat ini

image

Oleh: Ustadz Fuad Al Hazimi

IMAM Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata :

اطلب قلبك في ثلاثة مواطن عند سماع القرآن وفي مجالس الذكر وفي أوقات الخلوة فان لم تجده في هذه المواطن فسل الله أن يمن عليك بقلب فانه لا قلب لك

“Carilah hatimu di tiga tempat ini ; di saat engkau mendengarkan Al Qur’an, di saat engkau berada di majlis dzikir (majlis ilmu) dan di saat engkau menyendiri bermunajat kepada Allah. Jika engkau tidak temukan hatimu di sana, maka mintalah kepada Allah agar Memberimu hati karena sesungguhnya engkau sudah tak punya hati lagi,” (Al Fawaid 1/148).

Allah Jalla fie ‘Ulaahu berfirman :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka,
Continue reading Tempatkan Hatimu di 3 Tempat ini

Advertisements

Banyak Diantara Kita yang Melupakan Dirinya Sendiri

image

SAAT ini banyak di antara kita yang memberikan nasihat-nasihat kepada orang lain, tapi ternyata kita hanya pandai menyampaikannya kepada orang lain tanpa pernah bisa menyampaikannya kepada diri kita sendiri. Apa maksudnya?

Saat ini, banyak di antara kita yang pandai dalam ilmu agama kemudian menyampaikan nasihat-nasihat agama dengan retorika yang begitu menggugah, atau Continue reading Banyak Diantara Kita yang Melupakan Dirinya Sendiri

Sibuk Memikirkan Kepunyaan Orang Lain, Celakalah!

image

SEORANG lelaki sudah menggenggam sebuah ketela pohon di tangannya, namun dalam pikirannya tergiur dengan roti yang sedang dimakan orang lain tak jauh dari tempatnya berada. Perlahan, disembunyikannya ketela pohon yang pada awalnya hendak digunakan menghilangkan rasa lapar. Dirinya merasa malu kalau sampai ada orang lain yang tahu makanannya hanya ketela. Kemudian pikirannya berhayal andai saja dirinya yang memakan roti itu, pasti bangga sekali rasanya. Apalagi roti itu cukup mahal harganya.

Continue reading Sibuk Memikirkan Kepunyaan Orang Lain, Celakalah!